Loading...
Oris Riswan Budiana - detikBandung

Bandung - Dari sekitar 24 potensi kesenian yang ada di Kota Bandung, 20 kesenian di antaranya berada di kawasan Ujungberung. Masyarakat, khususnya seniman asal Ujungberung, dinilai konsisten dalam melestarikan budaya leluhur.

"Ujungberung merupakan kawasan pengembang seni budaya. Dari sekitar 24 potensi kesenian di Kota Bandung, 20 di antaranya berasal dan berada di Ujungberung," ujar Wakil Wali Kota Bandung Ayi Vivananda saat membacakan sambutan dari Wali Kota Dada Rosada di 'Ujungberung Festival 6' di Alun-alun Ujungberung, Kamis (24/6/2010).

Ayi mengatakan, hal itu menunjukkan kecintaan masyarakat Ujungberung pada kesenian dan kebudayaan. Masyarakat, khususnya seniman asal Ujungberung, dinilai konsisten dalam melestarikan budaya leluhur.

Konsistensi seniman Ujungberung dapat dilihat dari kegiatan yang ditampilkan. Setiap tahun, selalu ada event kesenian.

"Mudah-mudahan rangkaian kegiatan seperti ini tidak hanya untuk melestarikan budaya tapi mampu menambah nilai sosial, ekonomi, dan lain-lain bagi warga sekitar dan Kota Bandung," ungkapnya.

Ayi menambahkan, Pemkot Bandung akan berupaya mempertahankan dan memelihara seni dan budaya daerah di Kota Bandung. Sebab berkaca dari Jepang dan Cina, negara tersebut warganya dapat dipersatukan melalui kesenian dan mempertahankan nilai-nilai kebudayaan.

"Kami mengajak semua warga untuk mengapresiasi kegiatan seperti ini. Diharapkan, kegiatan semacam ini terus ada dan memberi manfaat bagi masyarakat," imbaunya.

(ern/ern)

http://bandung.detik.com/read/2010/06/24/123051/1385473/486/dari-24-potensi-kesenian-di-bandung-20-ada-di-ujungberung?g991102485
Eksistensi tembang sunda di tanah kelahirannya masih banyak yang mempertanyakan. Mojang dan jajaka priangan masa kini dinilai sudah tidak lagi mengenal tembang-tembang sunda, apalagi mau mempopulerkannya. Tapi ternyata kekhawatiran ini tidak sepenuhnya benar.

Kita masih bisa menemui generasi muda belia yang cinta akan kesenian sunda dan diharapkan akan menjadi penerus kelestarian tembang sunda. Sicha Dwi Oktaviana, murid kelas 2 di SD 1 Balokang, Banjar ini merupakan salah satunya.

Baca selengkapnya di http://www.unpad.ac.id/archives/23991
terima cetak photo dari hp melalui koneksi bluetooth... alamat: depan sma 24 bandung harga mulai dari Rp. 500,- untuk ukuran 2R (ukuran dompet) BISA DITUNGGU
Pasar Ujung Berung Dilalap Api Pedagang Direlokasi ke Alun-alun Ujung Berung Andri Haryanto - detikBandung Bandung - Pejabat Sementara PD. Pasar Kota Bandung Ubad Bachtiar mengatakan, pihaknya akan menampung sementara para pedagang yang kiosnya habis dilalap api ke Alun-alun Ujung Berung. Pemerintah prioritaskan pedagang yang memiliki kios di dalam kompleks pasar. "Prioritasnya pedagang yang ada di dalam pasar dulu," kata Ubad saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (17/1/2010). Ubad menambahkan, dari jumlah pedagang yang terdaftar terdapat 690 pedagang yang mengisi kompleks pasar Ujung Berung. 450 pedagang membuka kios dan sisanya menempati meja-meja dagangan. "Kalau PKL yang ada di luar sekitar 200 lebih," terang Ubad. Pemkot belum memprediksi total kerugian yang disebabkan kebakaran. "Kerugian belum diprediksi. Besok kita rapatkan dengan para pedagang untuk mengetahui jumlahnya," jelas Ubad. Kebakaran terjadi sekitar pukul 21.15 WIB di Jalan AH Nasution, Minggu(17/1/2010). Listrik di sekitar kejadian padam total. Sampai berita ini diturunkan, belum diketahui pasti penyebab kebakaran dan jumlah jongko yang berada di lokasi pasar. (ahy/ahy)
Dari Timur Kota Bandung, Ujungberung tidak mau kalah. Kecintaan pada musik memunculkan kekuatan sosial ekonomi yang mandiri tanpa sokongan pemerintah. Perlahan, memakai nama Ujungberung Rebels, basis industri kreatif musik dan pakaian pun hadir di sana. Menurut Kimung, penggiat Ujungberung Rebels, di Ujungberung tergabung sekitar 60 band aktif yang mayoritas beraliran metal ekstrem. terdapat sekitar empat label musik, yaitu Revolt!, Rotrevore, Pieces, dan Absolut. Tiga penerbitan buku pun hadir mengusung bendera Minor Books, Hit the Road, dan Kota Lokal. "Kami bukan kalangan yang mempunyai modal besar. Uang tidak mudah kami dapatkan. Bekerja keras menjadi salah satu jembatan bila kami ingin maju," kata Kimung. Selengkapnya, baca Kompas edisi Sabtu 14 November (halaman Jawa Barat)
Kini hadir satu lagi aplikasi yang bisa digunakan oleh warga Ujungberung.com, yaitu memunculkan posting dari Wordpress. Bagi para blogger yang menggunakan mesin Wordpress, posting Anda kini bisa juga muncul otomatis di Ujungberung.com. Caranya mudah sekali, tinggal klik "Blogs" pada daftar menu di atas, pilih "Wordpress", setelah itu tinggal simpan alamat blog Anda yang menggunakan mesin Wordpress. Dengan begitu, setiap kali ada posting baru di blog Wordpress tersebut, posting tersebut juga akan muncul di Ujungberung.com Selamat mencoba!
salam kenal..ujungberung oye...
Burgerkill adalah band metal superkeras dari Ujungberung pertama yang pentas di luar negeri. Sudah sukses, namun tetap menolak kemapanan. Itu kata-kata di halaman pertama tulisan tentang semangat Ujungberung di Majalah Tempo! Baca ya, ada kang kimung juga di sana! Ujungberung.... Yeeeahhh!!!!
Salam kenal buat semua, terimakasih dengan hadirnya komunitas ujungberung. Dari saya : BandungTimur.com